Articles

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membeli Rumah?

         "Beli rumah dulu, beli cincin belakangan”

          Tagline dalam sebuah iklan rumah dari pengembang besar yang terpampang jelas di suatu daerah di Tangerang Selatan. Sejak dulu, dalam budaya yang berlaku di Indonesia, punya rumah sebelum menikah menjadi prinsip yang cukup kuat dan masih dipegang sampai saat ini. Bagi generasi yang lebih tua, memiliki rumah sebelum memutuskan untuk menikah, menjadi salah satu tanda kesiapan seseorang untuk memasuki rumah tangga. Khususnya bagi para laki – laki, menunjukkan bahwa mereka sudah mampu bertanggung jawab atas papan bagi keluarganya.

          Namun, perkembangan jaman membuat banyakhal berubah. Termasuk salah satunya, prinsip “beli rumah dulu, baru beli cincin.” Membeli rumah, tidak selalu menjadi prioritas seseorang untuk memenuhi syarat menikah. Bahkan terkadang, membeli rumah mulai menjadi “beban” bagi generasi muda saat ini.

         Di satu sisi, sudah memiliki rumah menaikkan “nilai” seseorang di mata calon mertuanya. Menjadi salah satu bukti kesiapan memasuki rumah tangga, namun di sisi yang lain, menjadi beban yang tidak ringan. Salah satu fakta yang ada di depan mata adalah inflasi yang terus naik setiap tahunnya. Tingkat inflasi turut mempengaruhi harga tanah dan rumah. Harga rumah tidak menjadi lebih murah, tetapi terus menjadi lebih mahal setiap tahunnya. Uang yang dikumpulkan, seakan tidak mampu “mengejar” harga rumah yang terus naik.

         Lalu apakah masih mungkin untuk memiliki rumah sekarang? Apakah membeli rumah sebelum menikah masih bisa dilakukan? Tentu saja bisa dan sangat memungkinkan. Ada solusi-solusi yang ditawarkan, agar seseorang bisa memiliki rumah idamannya, tanpa perlu menunggu atau mengkhawatirkan dana yang dimiliki.

         Salah satu solusi tersebut adalah membeli rumah melalui fasilitas KPR. Ada banyak fasilitas KPR yang ditawarkan, dan semuanya terlihat memberi keuntungan. “DP 20 juta langsung akad,”  “Bunga KPR fixed 3 tahun pertama,”  “Voucher Electronic City dan IKEA sebesar 10 Juta.” dan banyak lagi iklan lainnya. Akan tetapi, memilih KPR yang tepat bukan hanya soal bunga dan uang muka saja. Ada banyak informasi lain yang perlu diperhatikan sebelum seseorang memutuskan untuk membeli rumah dengan fasilitas KPR. Oleh karenanya, memiliki informasi lebih banyak mengenai produk  KPR yang baik dan tidak membebani dalam masa menyicil, akan membantu seseorang dalam membuat keputusan yang tepat untuk membeli rumah. Sehingga tagline “Beli rumah dulu, beli cincin belakangan” bisa dilakukan.

Yuk ikutan mailing list KPR Academy

Thank you! Your submission has been received!

Oops! Something went wrong while submitting the form